Tampilkan postingan dengan label All About Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label All About Motivasi. Tampilkan semua postingan

Hukum Pygmalion = Hukum Berpikir Positif

>> 23.9.10


Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat.
Ia sungguh piawai dalam memahat patung.
Karya ukiran tangannya sungguh bagus.
Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan disenangi teman dan
tetangganya.

Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif.
Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.

* Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel.
Tetapi Pygmalion berkata, "Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini."

* Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga,
kawan-kawan Pygmalion berbisik, "Kikir betul orang itu."
Tetapi Pygmalion berkata, "Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk
urusan lain yang lebih perlu".

* Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat.
Ia malah merasa iba, "Kasihan,anak-anak itu kurang mendapat pendidikan
dan makanan yang cukup di rumahnya."

Itulah pola pandang Pygmalion.
Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik.
Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain;
sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.

Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang
sangat halus.
Patung itu berukuran manusia sungguhan.
Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul.
Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik.
Kawan-kawan Pygmalion berkata,
"Ah,sebagus-bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu."

Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul.
Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya.
Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion,
yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul.
Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.

Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola
berpikir yang positif.
Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.

Misalnya,
* Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan
menjadi ramah terhadap kita.
* Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya
dia betul-betul menjadi cerdas.
* Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali
kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.

Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion.

Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau
ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif.
Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau
bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.
* Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur,akhirnya ia
betul-betul menjadi tidak jujur.

* Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu
usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang
baik tentang suatu keadaan atau seseorang.
Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu.
Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain.

Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain.
Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.

Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan
untuk menduga hal-hal yang buruk.
Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik.
Tetapi jika kita berpikir buruk,kita akan menjadi curiga,
"Barangkali ia sedang mencoba membujuk,"
atau kita mengomel, "Ah, hadiahnya cuma barang murah."

Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri.
Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia. Sebaliknya, kalau kita berpikir
positif,kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur,
"Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada
kita."

Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai.

* Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak
kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram.
Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah.
Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan
dendam.
Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.

Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik.
Berpikir baik tentang diri sendiri.
Berpikir baik tentang orang lain.
Berpikir baik tentang keadaan.
Berpikir baik tentang Tuhan.

Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan.
Keluarga menjadi hangat.
Kawan menjadi bisa dipercaya.
Tetangga menjadi akrab.
Pekerjaan menjadi menyenangkan.
Dunia menjadi ramah.
Hidup menjadi indah.
Seperti Pygmalion, begitulah.

So,,,
MAKE SURE YOU ARE PYGMALION and the world will be filled with positive
people only............how nice!!!!


by Peem

[Baca Lebih Riinci yu] - Hukum Pygmalion = Hukum Berpikir Positif

Bookmark and Share

Opini Tentang Tuhan

>> 6.9.10


Tuhan…
Aku ingin mengirimkan Potret Kehidupanku lewat Pengiriman Kilat..
Tapi, kemana aku harus mengirimkan Paket tersebut, bisakah kau bantu beritahu Alamatnya..

Tuhan…
Aku Ingin Menulis Surat Padamu, Biar Kau bisa membaca Tulisan Tanganku serta membalas Surat yg aku kirimkan..
Tapi, apakah ada jasa pengiriman surat yg bisa sampai pada-Mu, sedang aku tak tahu alamat yg dituju…

Tuhan…
Aku ingin mengirimi-Mu SmS atau E-mail padamu,,
Berharap kau membalasnya,,
Namun, apakah kau menyediakan Layanan SmS dan punyai alamat E-mail..

Tuhan…
Aku ingin Menelfon atau Chatting dan berbicara Langsung dengan-Mu,,
Tapi, apakah kau memegang telfon dan punyai Akun facebook atau YM…?

Tuhan…
Kau Maha Besar, Maha Segalanya..
Tanpa Jasa Paket Kilat…
Tanpa Jasa Pengeposan…
Tanpa Jasa SmS & E-mail…
Tanpa Jasa Telefon & Chatting…
Kau Selalu Mendengar dan Melihat..

Segala Hal yg Aku ucap dan aku Perbuat,,
Kau Mendengar dan Melihatnya…
Kau Selalu Membalas Ucapan yg Keluar dari Mulutku,
Serta Kau selalu Menunjukkan jalan dalam potret Kehidupanku…
Meski kadang, tak semua bisa terwujud dari apa yg aku utarakan…
Tapi kau selalu ada untukku..

Terima Kasih Tuhan…

Meski Seisi Jagad Raya Begitu Banyak yg kau perhatikan…
Tapi, Kau tak pernah Luput memperhatikan hamba-Mu yg penuh Dosa ini..

Allohuakbar..
Kau Memang Maha Besar…




By Peeeeem yg masih sering mengeluh…

[Baca Lebih Riinci yu] - Opini Tentang Tuhan

Bookmark and Share

Berbuka Puasa Di Gereja

>> 31.8.10


Seperti yg pernah saya janjikan kemaren,,
akhirnya saya post juga cerita ini,,
this real...

Adakah Keadaan seperti ini di Jakarta atau kota lain.
Berbuka Puasa di Gereja

Sebuah gereja di Solo menyediakan halamannya untuk berbuka puasa dan salat
magrib.

SOLO berita—
Program nasi murah untuk berbuka puasa digelar oleh Gereja Kristen
Jawa Manahan, Solo.
Cukup murah karena menu berbuka komplet tersebut hanya
dijual dengan harga Rp 500.
Harga semestinya per porsi di atas Rp 5.000.
Bahkan, sebelum berbuka, sebuah pengajian digelar dengan pembicara dari
pemimpin salah satu pondok pesantren besar di Solo.

Wujud sebuah toleransi beragama.

"Tidak ada sesuatu pun yang kembar identik di muka bumi ini.
Ramah terhadap perbedaan merupakan keniscayaan.
Kita mencintai istri kita karena dia berbeda dengan diri kita.
Dan semuanya menjadi indah," kata Kiai Dian Nafi',
pengasuh Pondok Pesantren Al-Muayyad, Windan, Sukoharjo,
yang memberi pengajian itu pada September 2009 lalu.
Wajahnya memancarkan rasa haru yang mendalam.
Betapa tidak, dia baru saja menyaksikan sebuah bukti
masih adanya rasa toleransi antarumat beragama.

Sejak pukul 17.00 WIB, puluhan sepeda ontel dan belasan becak berjajar di
depan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Manahan, Solo.
Tidak ada kegiatan kebaktian walaupun saat itu hari Sabtu.
Justru para pengemudi sepeda ontel dan becak tersebut sedang mendengarkan pengajian yang disampaikan oleh Kiai Dian Nafi' di gereja yang terletak di sebelah timur Stadion Manahan
tersebut.

Hampir 500 orang, baik dewasa maupun anak-anak,
menyimak kajian dari sang ustad dengan penuh perhatian.
Apalagi Dian Nafi' memberikan ceramahnya
dengan cukup interaktif, sehingga minat peserta pengajian pun semakin
besar.
Tanpa terasa, waktu sekitar 30 menit berlalu, hingga saat magrib
menjelang. Ustad pun menyelesaikan kajiannya.

Suasana menjadi cukup riuh.
Puluhan muda-mudi, kebanyakan jemaat GKJ Manahan,
bergerak mengantarkan minuman dan makanan kepada mereka yang hadir.
Sebanyak 500 teh hangat, kolak pisang, dan nasi soto lengkap dengan
kerupuk dihidangkan.
Masyarakat yang hadir segera menyantap menu buka puasa tersebut setelah secara bersama membaca doa berbuka puasa.
Dalam waktu singkat, hidangan segera menyebar secara merata.
Lagu Tuhan karya grup musik Bimbo mengalun merdu dari bibir dua orang penyanyi yang
diiringi permainan organ tunggal.

"Kita mencoba menghormati agama lain dengan mengadakan program nasi murah
untuk berbuka puasa," kata Pendeta Retno Ratih Suryaning Handayani.
Memang murah karena, untuk mendapatkan menu berbuka sekomplet itu,
setiap orang hanya perlu membayar Rp 500.
Tak mengherankan jika masyarakat yang datang kebanyakan berasal dari golongan tak mampu.

Kegiatan tersebut telah dilaksanakan secara rutin oleh GKJ Manahan
semenjak 1997 dan dilaksanakan sebulan penuh.
Dari tahun ke tahun, peminatnya semakin banyak, meskipun di tempat lain banyak yang memberikan buka puasa gratis.
"Kita merasa lebih dihargai dengan membayar," kata Sukirno, seorang tukang becak yang berasal dari Semanggi, Solo.

Uniknya, tidak semua yang datang tertib membayar.
Seharusnya, dari 500 porsi yang disediakan, uang yang didapatkan bisa mencapai Rp 200 ribu tiap harinya.
Namun, penyelenggara hanya mendapatkan pemasukan maksimal Rp 173
ribu.
"Tidak jadi masalah karena ini sifatnya membantu masyarakat yang tidak mampu," kata Retno.

Toleransi tidak berhenti sampai di situ.
Seusai berbuka puasa, beberapa mahasiswa beragama Islam yang turut membantu program tersebut menumpang sembahyang magrib di tempat tersebut.
Pendeta pun menyediakan tempat kerjanya untuk salat, lengkap dengan sajadahnya.
Dalam kegiatan tersebut, seakan perbedaan keyakinan sudah tidak lagi menjadi sekat pembeda.

Hmmm malah yg ku dengar beberapa waktu lalu,,
Masih Meributkan akan Perbedaan Agama.
Ada yg ribut tak boleh dibangunnya Gereja ditempat tersebut,,
Dan bla bla bla…

Apakah dengan meributkan hal seperti itu terbilang Menang..?
Menang untuk apa…?

Sadar lah,,,
Perbedaan bukanlah Alasan untuk kita hidup berdampingan.

Masih banyak Contoh cerita seperti ini yg harusnya dicontoh.



By peem yg masih Prihatin dengan Negara ini.
(dari berbagai sumber dan teman blogger lain)


[Baca Lebih Riinci yu] - Berbuka Puasa Di Gereja

Bookmark and Share

Moeslem & Yahudi bisa Akur....

>> 30.8.10


Pernyataan bahwa umat Islam kerap tidak akur dengan Yahudi tentu telah dipahami luas.
Namun, anggapan itu mungkin akan berubah jika mengunjungi Virginia, AS.
Faktanya, kedua umat agama Samawi ini ternyata justru bisa berbagi tempat ibadah.

Hal ini terjadi saat sebuah masjid di Virginia tidak cukup lagi mengakomodasi jumlah jemaah yang membludak.
Pasalnya, tidak banyak masjid di sana yang mampu menampung jumlah jemaah yang setiap tahun terus bertambah.

Beberapa masjid memang telah dibangun di pinggiran Virginia,
seperti di Manassas dan Ellicot City.
Namun, jumlah itu ternyata belum memenuhi kapasitas jemaah.
Bahkan, saf di masjid itu langsung penuh sejak dibuka pada hari pertama.

Warga Muslim setempat akhirnya berinisiatif menyewa ruang-ruang pertemuan.
Mulai hotel hingga kantor.
“Kami komunitas dengan banyak anggota tapi tidak memiliki banyak uang.
Namun Tuhan selalu memenuhi kebutuhan kami,”
kata Mohammad Mehboob, seorang pemimpin komunitas.

Namun, penyewaan ruang dan kantor itu ternyata belum juga memenuhi kapasitas jemaah.
Sehingga, mereka kemudian beralih menggunakan sinagog, tempat ibadah umat Yahudi,
untuk melaksanakan shalat selama Ramadhan.

Ketua jemaah Masjid Masyarakat Muslim Area All Dulles (All Dulles Area Muslim Society/Adams) di Sterling,
Rizwan Jaka, seperti dilansir Washington Post memaparkan,
pihaknya menyewa ruangan di dua sinagog selama Ramadhan.
“Kami melaksanakan shalat.
Beberapa jam kemudian, mereka (umat Yahudi) berkumpul untuk kebaktian Sabbath,” katanya.

Diakui Jaka, banyak yang memandang disewanya tempat ibadah umat Yahudi oleh warga Muslim sebagai hal yang aneh.
“Yang jelas kami bersyukur sudah bisa mendapatkan tempat untuk salat,” ujarnya.

Lalu, bagaimana reaksi umat Yahudi?
Mereka justru merasa senang.
Pelaksanaan ibadah Ramadhan di dalam sinagog,
menurut umat Yahudi jutsru akan membantu memperkuat ikatan antara Muslim dan Yahudi di AS.

“Nabi Isaiah (di Taurat) menyebutkan rumah kami adalah tempat ibadah bagi semua manusia,
” kata Rabbi Robert Nosanchuk dari Kongregasi Yahudi Virginia Utara.
“Saya tidak tahu apakah Isaiah juga membayangkan kami menjamu Ramadhan di dalam sinagog.
Namun, ide dasarnya tetap sama,” imbuhnya.

Menurut Nosanchuk, ide itu awalnya terlihat sulit.
Namun, ternyata menjadi mudah dijalani karena umat Muslim yang menggunakan fasilitas sinagog tidak terlalu banyak membutuhkan alat bantu.

Sebab, menurut dia,
umat Muslim hanya membutuhkan ruang terbuka yang luas,
karpet sebagai alas salat, dan sebuah rak untuk menyimpan sepatu.
“Maka, ruang pertemuan sinagog pun menjadi tempat yang sangat pas bagi mereka,” kata Nonsanchuk.

Lebih jauh, dipakainya sinagog oleh warga Muslim untuk beribadah ternyata telah membuat terjadinya pertukaran budaya.
Kedua komunitas itu bahkan sering bertukar mimbar.
Seorang ulama memberikan ceramah pada jemaah Yahudi,
sementara seorang rabbi juga melakukan sebaliknya.

“Di sini tidak seperti PBB.
Kami bukan berusaha mencari kesepakatan akhir antara Israel dan Palestina.
Kami saling belajar satu sama lain dan berusaha memberikan mereka ruang yang dibutuhkan dan membuat mereka (Muslim) merasa nyaman, ” papar Nosanchuk.

Kedua umat ini kini bahkan kerap melakukan kunjungan antaragama.
Contohnya seperti David Fram, 72,
seorang anggota paduan suara sinagog,
yang diundang oleh Masjid Sterling saat acara salat harian.
Beberapa pekan kemudian, dia pergi ke Barnes & Noble membeli sebuah kitab Al-Quran untuk mempelajarii lebih jauh tentang Islam.

Jumlah Muslim di AS sendiri memang berkembang pesat.
Bahkan, dalam pidatonya di Universitas Kairo, Juni lalu,
Presiden Barack Obama menyebut ada sekitar tujuh juta warga Muslim di AS.
“Mereka saat ini menikmati pendapatan dan tingkat pendidikan lebih tinggi ketimbang rata-rata warga Amerika," katanya.

Jika memang jumlah warga Muslim telah mencapai tujuh juta, tentu cukup mengejutkan.
Sebab, data survei buku tahunan Yahudi Amerika menyebutkan jumlah populasi umat Yahudi di AS berkisar 6,7 juta orang.

Namun, di atas semua itu kerukunan di antara dua umat agama yang disebarkan keturunan Nabi Ibrahim ini tentu patut diacungi jempol.
Karena seperti dikatakan Nosanchuk tadi,
hubungan antara Yahudi dengan Muslim tidak dapat disamakan antara hubungan Israel dengan Palestina.



Begitulah seharusnya yang terjadi.
Perbedaan Jangan dijadikan sebagai Pembatas untuk saling bersilatuhrami.
Harusnya Perbedaan bisa dijadikan sebagai penyatuan.

Semoga di Negara Kita yang Mayoritas Islam sadar.
Dan tak terjadi lagi ribut – ribut dan terdengar berita akan Perbedaan Agama.

Cerita Berikutnya :”Tentang Umat Muslim Berbuka Puasa Di Gereja”
Akan saya Post setelah ini.




By Peem yg semakin Prihatin melihat Indonesia.
(Dari berbagai Sumber)



[Baca Lebih Riinci yu] - Moeslem & Yahudi bisa Akur....

Bookmark and Share

Jurus Jitu Menjadi Kaya

>> 27.8.10


Aku percaya bahwa Tuhan itu nyata…
Tak sedikitpun terlintas kalo semua itu hanya ilusi…

Memasuki era keemasan dunia ini, banyak orang berucap .
“Yang Kaya Makin Kaya, Yang Miskin Makin Miskin…

Maaf sebelumnya, setelah diperhatikan, Bahwa yang terlihat miskin didunia ini, semakin dia taat menjalankan ibadah kepercayaanya,
Semakin banyak pula cobaan yg sering dirasakannya. Dan semakin tambah kemiskinannya.
Ini nyata loh, bukan hanya asal ucap saja.
Namun bukan berarti aku berasumsi bahwa semakin rajin kita beribadah malah hanya menambah kemiskinan kita. Cuma ini sekedar unek – unek diakhir pekan,,hehe.

Lalu jika kita lihat, Orang yg terlihat Kaya didunia ini, semakin dia rajin menjalankan ibadah agamanya, semakin bertambah pula kekayaan dunianya..
Jadi, sudah kaya didunia, kaya pula amal untuk diakherat. Enak dong…
Terus bagaimana dengan yg miskin namun rajin juga menjalankan ibadahnya..?
Dalam dunia nyatanya mereka masih tetap saja miskin, namun mereka kaya amal untuk diakherat.
Tapi terlihat tak adil dong jika disamakan dengan orang – orang yg kaya didunia ini.

Oke sekedar Asumsi aku saja yah.
Ada sedikit pertanyaan yg terlontar untuk kalian semua..
Alasan apakah kalian Rajin Beribadah dan taat menjalankan Perintah Tuhan sesuai Ajaran agamanya…?
Apa yang kalian pikirkan dan luntarkan setelah kalian menjalankan Ibadah kalian…?
Jawab dalam hati dan renungkan.

Maaf lagi yah,
Ini hanya pikiran aku saja, kalo bener jangan tersinggung, dan kalo salah , aku mohon maaf yang sebesar – besarnya.

Begini, Kebanyakan orang beribadah karna ada Maunya.
Orang rajin dan taat beribadah karna apa yg diinginkan belum terwujud.
Kata banyak orang.
“Berusahalah dengan keras dan Berdoa serta beribadah lah dengan tekun agar semua bisa tercapai.”

Yap bener banget sih, semua hal harus diimbangi, jangan hanya memikirkan dunia saja.

Namun menurut saya, (maaf nih bukannya aku sok tahu tentang hal beginian, jujur aku malah bisa dibilang Nol besar dalam urusan beginian).
Ini hanya asumsi dari apa yg bisa kutangkap.

Beribadah ya beribadah.
Jangan ada embel – embel, kita beribadah karna meminta.
Karna sebenarnya tanpa beribadah pun Tuhan sudah memberikan apa yg selalu kita pikirkan dan kita minta.
Ibadah seharusnya perwujudan sebagai ucapan terimakasih kita kepada Tuhan atas apa yg telah diberikan-Nya pada kita.
Bukan malah sebagai ajang untuk meminta yg belum kita capai.
Namun bukan berarti kita tak boleh beribadah jika kita sedang mendapati sebuah musibah.
Itu bagus karna kita senantiasa bisa mendekatkan diri pada yang Kuasa.
Namun alangkah baiknya, mintalah Petunjuk bukan meminta harta atau sesuatu yg bersifat individualis.

Mungkin itu sedikit penjelasan kenapa Orang yg sudah Kaya jadi semakin kaya, namun sebaliknya, Orang yg Miskin malah tak kaya – kaya.

Belum Paham..?
Oke aku sedikit uraikan, meski aku tak paham dengan urusan Agama, tapi aku coba berbicara dengan hal – hal yang memang terlihat nyata dikehidupan ini.

Seperti aku bilang diatas, maaf jika Salah.
Kebanyakan orang Miskin atau kita beribadah karna kita punyai keinginan.
Kita tak Jujur dan Ikhlas dalam beribadah.
Mungkin yg kita pikirkan setiap beribadah atau selesai beribadah.
“Ya Tuhan, Berikanlah Hamba Mu ini, Kebahagiaan, Kehidupan yg Mulia dan bla bla bla…
Yaialah, masa kita meminta yg jelek – jelek. Gak mungkin kali..hehe..

Aku pernah membaca sebuah tulisan, lupa aku baca dimana.
Jika Kau Minta Kesabaran, tuhan takkan memberikan, Kesabaran didapat dari Ketabahan. Kita yg harus meraihnya.
Jika Kau Minta Kebahagiaan, Tuhan takkan memberikan, Tuhan hanya memberi Keberkahan, Kebahagiaan tergantung kepada kita sendiri.
Jika Kau Minta Pertolongan, Tuhan Takkan Berikan, Yang Tuhan berikan Adalah Petunjuk, pertolongan bisa diraih dengan Petunjuk.

Dan Mengapa Orang kaya bisa semakin kaya, karna rajin beribadah.
Pikiranku..
Mungkin, karna Mereka Beribadah dengan ikhlas dan jujur kenapa mereka beribadah.
Toh mereka sudah kaya, ngapain minta harta, ngapain minta kebahagiaan.
Jadi mereka Beribadah karna Mereka memang bersyukur atas apa yg dimilikinya.

Oleh karna itu, mungkin…
Kenapa jika kita selalu berdoa akan apa yg belum kita bisa.
Kita akan selalu diberi cobaan yg berlipat.
Namun jika kita bersyukur dan bertrimakasih atas apa yg kita miliki, dengan beribadah pada – Nya.
Bukan tak mungkin apa yg kita miliki bertambah berlipat – lipat.

Seperti itu harusnya kita Beribadah kepada – Nya.

Sering kita dengar kata – kata ini.
“Ingin Pintar ya belajar”
“ingin Kaya diDunia ya berusaha”
“Ingin Kaya di Akherat, Rajinlah Beribadah”

So, Seburuk apapun keadaan kita sekarang.
Jangan Pernah Segan untuk Bersyukur atas apa yg kita miliki.
Meski kita Miskin, bersyukur lah dengan apa yg kita punya.
Dan beribadah lah dengan penuh Ikhlas.
Mungkin dengan seperti itu, apa yg kita punya bisa bertambah lebih.
Namun bukan berarti kita harus Pasrah dalam hal ini.
Tetap kita Berusaha, bukan mengeluh dan terus meminta,
Namun Bersyukur dan terimakasih lah pada apa yg kita bisa dan punya.

Tak perlu kita meminta pada – Nya, karna Tuhan selalu memberi apa yg belum kita pikirkan.

Jadi kalo ingin Kaya…
Bukan dengan Meminta kepada Tuhan, Tapi Berusaha lah sendiri.
Jika Berusaha Masih Belum Kaya.
Mungkin karna kebanyakan Memohon kepada Tuhan.

So, Tuhan Lebih Sayang Pada yg selalu Berusaha dan Mensyukuri Berkah-Nya.




By Peem yg mencoba Memahami.
N
B : Maaf Jika Judul Diatas Tidak Sesuai dengan Isi,,karna sebenarnya belum ada Judul untuk Tulisan ini…hehe







[Baca Lebih Riinci yu] - Jurus Jitu Menjadi Kaya

Bookmark and Share

Cinta Yang Tulus ADalah,,,?

>> 10.8.10


Kenapa cinta yang membawa kebahagiaan pada pasangan menjadi begitu mudah sirna?


Cinta yang demikian cepat pudar dan akhirnya lenyap dimakan waktu,
antara lain adalah
cinta yang diawali kata “karena” atau kata “kalau”.
Cinta bisa abadi dan penuh toleransi jika sudah melebur dan berubah menjadi cinta dimulai dengan kata “walau” atau “walaupun”.

Contoh cinta yang diawali kata “karena” adalah
“Karena kamu cantik, maka aku mencintaimu! ”
Kemudian, “Karena kamu seorang direktur, maka saya mencintaimu! ”

Lalu, contoh cinta yang diawali kata “kalau” adalah
“Kalau kamu cinta saya, maka kamu seharusnya memenuhi kebutuhan saya!” atau
“Kalau kamu cinta saya, maka kamu selalu memperhatikan saya!”

Nah, bandingkan bunyi kalimat cinta yang diawali kata “walau”.
“Walaupun hidup kita kekurangan, tetapi saya tetap mencintaimu! ”
Begitu juga dengan,
“Walau kamu sekarang di-PHK, saya tetap mencintaimu! ”
atau “Walau sekarang kulitmu sudah keriput, aku tetap mencintaimu! ”

Banyaknya pasangan yang membekali diri untuk hidup bersama
dengan cinta berawalan
“karena” dan “kalau”,
maka keluhan yang paling sering terdengar dalam bisik bisik tetangga adalah
“serumah, tapi terasa asing”
dan “setempat tidur, tapi tidak tertarik lagi”.

Cinta “karena” dan cinta “kalau” mudah pudar dan luntur.
Berbeda dengan cinta “walau” yang penuh toleransi, penuh pengertian,
bahkan penuh maaf atas apa yang terjadi pada pasangan kita.
Kita mampu berkata,
“Walau kamu menyakiti saya, tetapi saya tetap menyayangimu. ”

Jadi, Berusahalah Untuk Mencintai Tanpa Alasan....


By Peem
(Postingan Lama, hanya Di edit)

[Baca Lebih Riinci yu] - Cinta Yang Tulus ADalah,,,?

Bookmark and Share

Energi Cinta


Cinta adalah energi.
Rasakan energi itu mengalir ke dalam bagian tubuh kita,
maka kita merasakan satu kehangatan, kedamaian, dan kebahagiaan, memasuki tubuh dan sanubari.


Dan energi cinta itu tidak harus selalu kita dapatkan dari luar.
Justru yang paling manjur adalah cinta yang dihasilkan dari diri kita sendiri.
Dengan mencintai dan jujur pada diri kita sendiri tentang arti cinta,
maka kita tidak akan menyia- nyiakan cinta yang sudah ada dan ber- tumbuh dalam diri kita.

Itulah awal pabrik kebahagiaan berproduksi dalam hati.
Sering terjadi pada banyak pasangan yang menyia-nyiakan perasaan cinta,
yang tadinya menjadi suatu awal untuk keputusan hidup bersama.
Kita sering lengah untuk memelihara cinta tersebut.

Cinta yang dalam adalah dalam bentuk kasih sayang yang bisa kita ibaratkan seperti sebuah otot dalam tubuh kita,
semakin dilatih dan dipelihara, maka akan jadi semakin kuat dan semakin bermanfaat untukmelancarkan gerakan dalam hidup.

Pada saat cinta mulai memudar dan perlahan tapi pasti kasih sayang terhadap pasangan mulai menghilang,
maka kita baru sadar bahwa selama ini kita tidak menghargai keberadan cinta pasangan kita.
Di saat kita memiliki penuh, justru kita sia-siakan!
Tetapi, di saat kita mulai merasa terancam kehilangan,
kita berusaha mati-matian untuk mendapatkan pengakuan bahwa dia harus tetap menjadi milik kita!

Sayangnya, dalam berjuang mempertahankan atau mencoba mengembalikan cinta pasangan,
yang banyak terjadi adalah kita tidak kembali merebut cinta dengan cinta.
Kita salah langkah, salah bertindak, juga salah mengadaptasikan kembali cinta itu pada keharmonisan hubungan.

Maka, yang terjadi adalah cinta semakin jauh untuk dikembalikan,
semakin jauh untuk diraih,
karena kita membuat hubungan menjadi semakin membara dengan argumentasi yang mau menang sendiri,
dengan amarah yang panas dan membuat cinta menjadi hanya legenda yang pernah ada dalam hubungan sebagai pasangan.
Cinta musnah dibakar api amarah dan cemburu.




By Peem










[Baca Lebih Riinci yu] - Energi Cinta

Bookmark and Share

Alasan Menjadi SAhabat...?

>> 23.7.10



Sahabat,,
Aku ingin Kalian Tahu,,
Dalam Kebenaran Hatiku yang terdalam,,
Aku Selalu Merindukan Kalian,,
Selalu ada tempat dimana kalian hadir didalam Hidupku,,

Sahabat,,
Terlintaskah di pikiran Kalian…?
Aku memilih menjadi Sahabat mu Karena Apa…?
Coba tanyakan dalam Hati Kecil kalian…?

Sudah Kau temukan Jawaban itu…???

Aku Yakin…
Tak ada satupun Jawaban yang terlontar dari mulut,,
Hanya ada dipikiran, yang tak seorang pun tahu…
Sekalipun Ada Sebuah Kata yang keluar, itu bukan Jawaban, hanya sebuah Klise…

Sahabat adalah Nomor Satu.
Terdengar Familier ditelinga ini kata – kata yang menurutku Klise itu.
Akuilah,..
Yang Nomor Satu adalah Kebutuhan dan Keinginan Kita.
Sahabat nomor sekian.
Tapi itu Tergantung…
Apa Alasan yang kau pikirkan untuk menjadi Sahabat.

Pikirku,,,
Tak ada Alasan Menjadi Sahabat karena Apa…?
Semua Mengalir Apa adanya,,,
Tapi,
Tak Asal Mengalir,,
Selalu Ada Nahkoda Dibalik Aliran itu,,

Mau dibawa kemana Aliran itu,,,
Jalan Ketulusan atau Hanya Keterpaksaan atau mungkin keterpura – puraan.

Semua Selalu Ada Dalam Cerita tentang Aku dan Sahabat.

Pastinya, Menjadi Sahabat bukanlah Pilihan.
Namun, Selalu Ada sebelum kita berfikir untuk menjadi Sahabat.
Seperti Darah dalam Tubuh.
Tak pernah kita minta, tapi akan selalu ada.
Saat semua tak ada, saat itulah tak ada hidup.




By pimpim yg mencoba selalu menjadi Sahabat yang Tulus.





[Baca Lebih Riinci yu] - Alasan Menjadi SAhabat...?

Bookmark and Share

Kebahagiaan itu dibuat buka dicari..

>> 8.6.10


Jika membicarakan kebahagiaan,

tentu kita ingat juga kata cinta.
Sebab kebahagiaan identik dengan keberadaan cinta.
Kita harus mengetahui diri sendiri, apa yang membuat kita merasa bahagia.
Sebab, kebahagiaan harus kita sendiri yang membuat, bukan kita yang mencarinya.

Pabrik kebahagiaan berada di dalam sanubari kita sendiri.
Percuma Anda pergi ke ujung dunia untuk mencari kebahagiaan.
Kebahagiaan tak akan Anda dapatkan di mana pun, kecuali
Anda yang membuat diri berbahagia di mana pun dan kapan pun.

Faktor yang paling penting untuk membuat kita tetap sehat, sejahtera, dan bahagia,
adalah mencintai dan merasa dicintai.
Bersikaplah realitis dan rencanakan sejumlah mukjizat untuk diri sendiri
dan merasakan kebahagiaan itu datang dan terjadi pada kita,
sebab cinta itu perlu keutuhan tubuh, pikiran, dan jiwa.

Cinta seperti segala sesuatu lainnya adalah sebuah pilihan.
Pada setiap saat dalam perjumpaan dengan orang lain,
atau dalam setiap pikiran tentang diri kita sendiri, kita memiliki suatu pilihan:
entah untuk menghakimi atau coba untuk mengerti terhadap apa yang sedang dihadapi,
yang harus dijalani, dan yang akan direncanakan.

Pilihan ada pada diri kita sendiri, mau berbahagia ya berusahalah
dan berjuanglah dalam membuat kebahagiaan itu di sanubari kita.
Sebab, kebahagiaan itu merupakan energi yang menular.
Kita tidak bisa membuat orang di lingkungan kita berbahagia, tanpa diri kita sendiri bahagia.

Bagaimana kita mau membuat orang di sekitar tersenyum,
jika kita sendiri tidak mampu tersenyum
karena hati penuh energi busuk yang dihasilkan dari
amarah, rasa benci, jengkel dan merasa dipermainkan,dan sebagainya?……….
Mulalilah kebahagiaan itu dari diri sendiri,,,,,


By Peem

[Baca Lebih Riinci yu] - Kebahagiaan itu dibuat buka dicari..

Bookmark and Share

Takdir itu......

>> 28.4.10


Ada seorang tua yang bilang kepadaku begini ;
“Rezeki kita itu sudah ditentukan sejak awal. Kalo kita ditakdirkan punya rezeki sedikit, biar kita banting tulang kaya apapun, rezeki kita pasti tetep sedikit”.

Dan rezeki dia memang sedikit,
sekian tahun kerja dengan gaji pas-pasan,
begitu pensiun dia nggak punya uang.
Hidupnya ditopang sama anaknya.
Sekarang dia sakit-sakitan dan anaknya tambah kelimpungan cari biaya buat bayar dokter dan obat-obatan.

Padahal, si anak juga punya tanggungan istri dan anak..hmmm,puyeng dia,,,
Waktu si orang tua bilang begitu, aku cuma bisa diam.
Ya kaget,ya, ya shock juga, tapi piqiranku mengembara kemana-mana.

Kalo memang takdir seperti itu, lantas buat apa aku mesti ngoyo cari duit?...
Biar kata keringat udah keluar sampe titik yang penghabisan,
kalo jatah rezeki ku Cuma seratus ribu sebulan, tentu nggak bakal lebih dari itu.
Malahan sepeser pun tidak..!!!

Lantas aku mikir lagi, “Kalo aku mutusin nggak kerja, apa rezeki ku tetap seratus ribu sebulan??,
kan aku ditakdirkan punya rezeki Cuma segitu…
Jadi, biar aku kerja keras atawa males-malesan,
penghasilanku bakal tetep segitu kan..???
Nah lho… Pikiranku mulai puyeng eui..
Pikir-pikir lagi, apa memang begitu yang namanya Takdir..???
Lantas kenapa begitu banyak yang kerja keras dan jadi kaya raya?? ( meskipun ada juga orang yang kerja keras tapi hidupnya pas-pasan…).
Dan kenapa pula banyak pemalas yang hidupnya pas-pasan?? (meskipun ada juga pemalas yang hidupnya mewah,,biasa hasil warisan orangtua,,,).

Namun anehnya, kenpa bangsa pekerja keras seperti Jepang & Jerman bisa menjadi kaya raya, sementara Bangsa Pemalas seperti Indonesia hidupnya serba miskin meski memiliki alam yang kaya raya..??

Nah, gara-gara puyeng mikirin takdir soal rezeki itu, akhirnya aku berteori..
Begini teorinya ;
Si A ditakdirkan punya jatah rezeki 50 juta sebulan. (maaf, ini cumin missal lho, yang tahu persis jatah rezeki tiap orang itu kan Tuhan,,).
Nah, biar dia banting tulang kaya apapun,
penghasilan dia nggak bakal melewati angka itu.
Tapi, kalo dia males-malesan, maka rezekinya ya jauh di bawah itu.
Bisa 500 ribu perbulan, bisa 1 juta, bisa juga seratus ribu sebulan.

Gampangnya begini;
Si A ditakdirkan punya rezeki maksimal 50 juta sebulan.
Nggak mungkin lebih, rezeki minimalnya seratus ribu, nggak mungkin kurang.
Jadi, takdir itu nggak seperti garis lurus yang nggak mungkin dibelokin lagi.
Takdir itu seperti pohon,
kalo kita naik kecabang sebelah kiri, berarti kita kecabang takdir sebelah kiri,
kalo kesebelah cabang yang kanan, ya kita berarti berada dicabang takdir kanan.
Kalo keatas ya berarti keatas.

Intinya, Tuhan memberi kita kebebasan untuk memilih cabang takdir yang mana,
yang terbaik, yang sedang-sedang saja, atau yang terburuk.

Nah , setelah berteori begitu, pikiranku mulai tenang, nggak lagi kelayapan.
Jadi, jangan terima mentah-mentah omongan bahwa takdir kita ya begini.
Kita sebetulnya punya kesempatan untuk mengubah takdir kita bila kita mau.
Caranya; Seperti yang tertera di Al Quran,
“Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu mengubah apa yang ada di diri mereka”.

Mau mengubah Takdir kita…?
ayo berbenah cuy…



By Peem yg mencoba berbenah

[Baca Lebih Riinci yu] - Takdir itu......

Bookmark and Share

Satu Sifat Baik

>> 12.3.10



Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi
dengan Tuhannya dan berkata, “Tuhan izinkan saya untuk dapat melihat
seperti apakah Neraka dan Surga itu”.

Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan
kemudian membiarkannya melihat ke dalam.

Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar, dan di
tengahnya terdapat semangkok sup yang beraroma sangat lezat yang membuat
manusia tersebut mengalir air liurnya. Meja tersebut dikelilingi
orang-orang yang kurus yang tampak sangat kelaparan.

Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok yang terikat pada
tangan masing-masing. Sendok tersebut cukup panjang untuk mencapai
mangkok di tengah meja dan mengambil sup yang lezat tadi.

Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat mencapai
mulutnya dengan sendok tadi untuk memakan sup yang terambil.

Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang
dilihatnya dalam ruangan itu.

Tuhan berkata, “Kamu sudah melihat NERAKA”

Lalu mereka menuju ke pintu kedua yang ternyata berisi meja beserta sup
dan orang-orang yang kondisinya persis sama dengan ruangan di pintu
pertama. Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut
berbadan sehat dan berisi dan mereka sangat bergembira di keliling meja
tersebut.

Melihat keadaan ini si Manusia menjadi bingung dan berkata “Apa yang
terjadi? kenapa di ruangan yang kondisinya sama ini mereka terlihat
lebih bergembira?”

Tuhan kemudian menjelaskan, “Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah
satu sifat baik”

“Perhatikan bahwa orang-orang ini dengan ikhlas menyuapi orang lain yang
dapat dicapainya dengan sendok bergagang panjang, sedangkan di ruangan
lain orang-orang yang serakah hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya
sendiri."


SO, hidup didunia mau hidup sendiri atau...???
semua tergantung pribadi masing2,,,
kisah ini hanyalah contoh, agar kita bisa memikirkannya..
bahwa satu sifat baik yg kita punya, akan memberikan seribu kedamaian untuk orang lain dan diri sendiri,
ketimbang hanya mementingkan diri sendiri,,,

[Baca Lebih Riinci yu] - Satu Sifat Baik

Bookmark and Share

Apa sebenarnya yang membuat Orang Lebih Maju...?

>> 11.3.10


Ada dua sebab yg membuat orang tak tergerak untuk berubah.
Yang pertama adalah impiannya kurang kuat, yang kedua tidak kepepet.
Dua hal tersebut yang seringkali disebut orang sebagai motivasi.
Kesalahan fatal yang timbul oleh sebagian besar motivator ataupun trainer
motivasi lainnya adalah hanya menggunakan impian sebagai 'iming-iming' untuk
menggerakkan audiens.

"Apa Impian anda? Siapa yang impiannya punya mobil mewah? Rumah mewah?
atau bahkan kapal pesiar?" Mungkin saat mengikuti tentang wacana sebuah impian, orang cenderung semangat,
namun saat mereka pulang,,hmmmm,
mereka dihantam kemalasan, mungkin juga halangan-halangan
bahkan seringkali oleh orang-orang yang mereka sayangi. Apa jadinya?
Mereka tetap diam di tempat.

Contoh,ada seorang salesman yang bekerja di suatu
perusahaan. Seperti perusahaan lainnya, mereka menerapkan sistem bonus.
"Jika anda mencapai target yang telah ditentukan, maka anda akan
mendapat bonus jalan-jalan keluar negeri!" kata managernya..
"Gimana, semangat?" lanjut manager berinteraksi.

"Semangaat...ngat..ngat!" sambut salesman, sambil mengepalkan tangannya
seolah siap tempur. Bulan demi bulan pun berlalu tanpa pencapaian
target. Kemudian si manager bertanya,

"Apa bonus yang aku tawarkan kurang besar?".
"Enggak kok Pak, cukup besar, mudah-mudahan bulan depan tercapai Pak".
Setelah 3 bulan masa 'iming-iming' tak berhasil, si manager mulai
mengubah strategi. Dia berteriak agak menekan di dalam meetingnya,

"Pokoknya, jika anda tidak bisa mencapai target penjualan yang sudah
saya tetapkan, anda saya PECAT!". Nah, keluarlah keringat dingin si
salesman. Sekeluar dari ruangan dia langsung menyambangi calon-calon
customernya, kerjanyapun semakin giat. Malas, malu, nggak pe-denya
hilang seketika. Kok bisa? Karena KePePet! Yang dia pikirkan, jika dia
tidak dapat memenuhi target, dia akan dipecat. Jika dipecat,
penghasilannya akan nol.

"Trus anak istriku makan apa?" pikirnya. Anehnya, target penjualan yang
selama ini tidak pernah tercapai, bisa juga terlampaui.

Itulah yang disebut The Power of Kepepet. 97% orang termotivasi karena
Kepepet, bukan karena iming-iming.
Maka dari itu ada pepatah mengatakan
bahwa "Kondisi Kepepet adalah motivasi terbesar di dunia!". Banyak
perusahaan mengkampanyekan Visi besarnya kepada seluruh karyawannya. Apa
jawab mereka? "Emang gua pikirin!".
Bukannya salah karyawan yang tidak peduli terhadap visi perusahaan,
tapi karena visi itu tak terlihat oleh karyawan.
Mereka lebih termotivasi oleh sesuatu yang berupa ancaman,
baik situasi dimasa mendatang ataupun berupa punishment.

John P. Kotter (Harvard Business Review) mengemukakan " Establishing
Sense of Urgentcy" adalah langkah pertama untuk menggerakkan perubahan
dalam suatu organisasi.
Dengan melihat ancaman-ancaman terhadap kompetisi dan krisis,
membuat mereka tergerak, sebelum mengkomunikasikan
"VISI".
"Jika rasa sakit terhadap kondisi sekarang tidak kuat, orang tak
akan beranjak untuk berubah"

Jadi analisa kembali kehidupan Anda sekarang ini. Jika Anda tidak
mengubahnya, rasa sakit atau kerugian apa yang akan Anda dapatkan dimasa
mendatang.

Saran saya, jika Anda berada di zona yang sangat nyaman untuk
tidak berubah (tidak melihat ancaman), ciptakan sedikit trigger
(challenge)
misalnya berupa penambahan investasi atau mungkin perbanyak utang,,hehe.
Jangan beli sebuah investasi yang kira - kira anda sanggup membelinya,
namun belilah yang tak bisa anda beli, mungkin dengan kredit dulu atau apalah.
Nah, dengan begitu Anda mau nggak mau dipaksa
untuk mencari penghasilan tambahan atau mengurangi porsi pengeluaran
yang tidak penting.
Langkah kedua baru pikirkan nilai investasi itu 5
sampai 10 tahun mendatang, mungkin bisa sebagai solusi pembiayaan uang
sekolah anak Anda kelak.

Dengan meletakkan porsi dan posisi The Power of
Kepepet dan Iming-iming secara tepat, InsyaAllah kita akan selalu
termotivasi. Let's go......


BY pimpim yg selalu bermimpi,,,

[Baca Lebih Riinci yu] - Apa sebenarnya yang membuat Orang Lebih Maju...?

Bookmark and Share

Jodoh Takkan Kemana..? Apa Bener..?

>> 3.3.10




Apakah benar atau hanya kiasan semata sebuah ungkapan
“Dunia itu memang sempit” atau “kalau Jodoh takkan kemana”.

Nah loh dah ketebak deh, tulisan qu tentang apa,,hehe..
Belum tentu, dan sebernarnya aku bukan mau ngebahas tentang “Dunia yang sempit” atau “kalau jodoh takkan kemana”, atau mungkin “karna dunia sempit jadi jodoh ga akan kemana”, juga “Jodoh ga akan kemana karna dunia itu sempit”.

Jiah muter2 ujung – ujungnya itu – itu aja ya ga…hehe..
Pengalaman pribadi nih, mumpung lagi senang juga,,hehe,,

Entah itu hanya sebuah kebetulan semata atau kiasan “belaka” kata – kata di atas, tapi memang itu terjadi padaku.

Kalau yang percaya, mungkin kata – kata diatas bisa benar adanya, tapi kalau aku, antara percaya ga percaya sih.

Menurut yang tertulis, masalah takdir, hidup mati, rejeki, jodoh dan yang lainnya itu sudah diatur oleh yang maha kuasa, kita sebagai manusia cukup menjalani rencananya dengan berusaha dan banyak berdoa.
Betul ga,,,???

Betul betul betul…

Menurut penalaranku,
Bukannya sok pintar, atau tak percaya dengan yang ada.
Ini hanya penalaranku saja, benar tidaknya itu tergantung dari sudut mana kita memahaminya.
karna ada sedikit yang mengganjal, daripada tak ku ungkapkan, lebih baik ku ungkapkan, siapa tahu ada penjelasan, supaya aku tidak tersesat.

Point pertama.
Bagiku, memang benar adanya, kalau jodoh itu sudah ada yang mengatur,
Aku percaya itu.
Hanya saja, mungkin Tuhan hanya sekedar menyediakan segalanya untuk kita, namun ternyata kita lah yang harus menentukkannya.
Kita diwajibkan untuk berusaha mendapatkan serta memilih jodoh yang telah diberikan oleh yang kuasa.
Karena Tuhan hanya menyediakan saja, dan menurutku, Tuhan tak memberikan begitu saja, pastinya selalu ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkannya.
Layaknya kita ingin sesuatu, tentunya kita harus berusaha untuk mendapatkannya kan?

Kalau memang jodoh sudah tersedia dan tinggal menunggu saja, kenapa Ada manusia yang sampai akhir hayatnya tak punyai pendamping hidup?
Apa dia tak punyai jodoh didunia?
Tentunya tidak kan?
Dan pastinya Tuhan sudah memberikan dia Jodoh, namun mungkin dia yang tak pernah mau berusaha dengan sungguh – sungguh untuk mendapatkannya.

Jadi, menurutku,
Tuhan itu mungkin hanya menyediakan segalanya saja (bukan memberi),
Dan kita lah sebagai manusia yang harusnya berusaha untuk mendapatkannya.
Dan untuk mendapatkannya, Tuhan tak pernah kehabisan memberi jalan untuk kita, selalu ada jalan yang dia berikan untuk kita.

Point Kedua.
Jodoh itu sebuah Pilihan, bukan apa yang telah Ada.
Jika tadi aku ungkapkan unek – unek tentang jodoh itu harus dicari, sekarang aku ungkapkan tentang jodoh itu sebuah pilihan.

Bingung..?

Langsung aku jelaskan, simple dan gak perlu panjang –panjang.
Banyak kisah yang telah membuktikannya,
Contoh yang simple,
Tak sedikit, pasangan yang sudah menjalani sampai tingkat tunangan, namun ditengah jalan mereka memilih untuk mengakhiri hubungannya dengan berbagai alasan.
Dan jawaban yang paling sering terdengar diakhir pertanyaan?
“Sudah takdirnya ga jodoh kali”.

Aku mesem kecut, mendengar jeritan kata itu, :P

Kenapa Aku mesem kecut,
Maaf nih ya, bagiku orang yang berkata seperti itu, dialah orang yang tak punya daya untuk berjuang lagi alias putus asa.
Kata pepatah “banyak jalan menuju Roma”.
Banyak jalan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, semua tentang sebuah pilihan.
Ya benar “Semua tentang sebuah pilihan”.
Mau terus maju memperjuangkan atau mundur dengan ilmu “ikhlas”.

Kenapa ada kata – kata ikhlas?
Karena alasan – alasan yang banyak sekali dan berbeda satu dengan lainnya.
Jika 2 hati masih memiliki rasa untuk memiliki, mungkin segala alasan bisa diperjuangkan, entah itu alasan orang tua tak setuju, atau lainnya.
Namun, jika alasannya, salah satu pasangan sudah tak lagi memiliki rasa apapun, atau karena terpaksa, dan tak inginkan hubungan itu lagi.
Ikhlas adalah jawaban terakhir.

Tapi, bagaimana dengan mereka yang menikah karena alasan MBA (married by accident), itu kan bukan pilihan, itu memang jodoh kan, dan ga ada pilihan lain?

Jawabannya : Tetap ada sebuah pilihan, itu tergantung hati nurani kita, mau menikahinya atau tidak? Itu sebuah pilihan kan?

Jadi intinya;
“menurutku Setiap hubungan itu selalu ada pilihan, dan bukan melulu masalah takdir, (bukannya tak percaya dengan takdir),
Tapi, Tuhan itu memang selalu memberikan jalan akan takdir kita, dan jalan yang diberikan bukan satu jalan tapi banyak.
Semua tergantung dari kita, mau memilih untuk menjalani dan mempertahankan jalan yang sedang dilalui dengan berbagai cobaan dan rintangan atau memilih jalan yang lain.

Dan semua yang saya ungkapkan diatas, semua berhubungan dengan yang telah terjadi pada diriku.

Dunia ini sempit, Seseorang yang dulu begitu aku sayangi dan telah lama tak berhubungan lagi (putus), tiba – tiba hadir disaat aku juga sedang menjalani hubungan dengan seseorang yang aku sayangi dan aku fikir, aku serius untuk menjalani ketahap akhir dengannya, tanpa aku berfikir akan kembali dengan mantanku dulu.

Ini sebuah pilihan bagiku, dan dengan berusaha, aku pun kembali dengan mantanku, dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan bersama orang yang telah bersama denganku.

Jadi intinya ;
Tuhan memang selalu memberikan banyak jalan yang tak pernah kita minta dan tak tahu kapan kita menemuinya.
Namun, tanpa kita berusaha, serta menentukan pilihan, semua takkan bisa terjadi dan didapat.
Karena didunia yang sempit ini semua tak ada yang tak bisa dan tak mungkin jika kita memang menginginkannya dan mau berusaha.

Tuhan selalu punya rencana, tinggal kita mau menjalaninya atau tidak.
Semua tergantung kita.

::::::::::::::::::::::::::<<>>::::::::::::::::::::::::::::::

02 – 02 – 2010 pim & Nez coming back to be one
Jalan yang telah aku pilih, semoga menjadi jalan terakhir untuk hidup bersama dengannya.
Meski nanti mungkin akan banyak jalan – jalan lain menghampiri, entah padaku atau padanya.
Aku akan coba sekuat tenaga bersamanya untuk mempertahankan jalan ini.
Karena ini adalah pilihan yang telah dibuat.

So, menurut kalian, apa bener kalau Jodoh itu takkan kemana???

[Baca Lebih Riinci yu] - Jodoh Takkan Kemana..? Apa Bener..?

Bookmark and Share

Keajaiban Kata, Air dan Pikiran Positip

>> 8.2.10



Mengapa saya beri judul Keajaiban Kata, Air dan Pikiran Positf…
Karena ternyata memang semua itu bersinambungan, percaya atau tidak,
sebuah Kata – kata yang positip mampu menjadikan Air memberikan respon yg positif pula dan juga sebaliknya, dan tak bisa dipungkiri bahwa 70% tubuh kita mengandung Air.
Oke kita bahas nanti lagi, berikut akan saya ungkap kebenarannya.

Berawal dari kegelisahan tentang Air,

Ilmuwan Jepang
Dr. Masaru Emoto melakukan sebuah Riset, dari hasil riset itu dapat diketahui bahwa Air pun ternyata Hidup dan dapat memberikan Respon yang positif dan negative terhadap manusia.
Penelitian ini patut kita acungi jempol karena telah membuktikan ayat dalam Al Qur’an yang berbunyi :
“Dan Kami ciptakan dari Air segala sesuatu yang hidup….” (Q.S Al Anbiya (21):30).
Hmmm hebat betul ini orang,,oke kita lanjut..

Dr. masaru Emoto berhasil mendapatkan foto Kristal air pertama didunia bersama sahabatnya Kayuza Ishibashi (seorang ilmuwan ahli dalam mikroskop).
Foto Kristal air ini didapat dengan cara membekukan air pada suhu -25 derajat celcius dan difoto dengan alat berkecepatan tinggi, hasilnya adalah
Air ternyata mampu merespon terhadap kata – kata, gambar serta music baik secara positif maupun negative.

Jika kita mengatakan pada air kalimat seperti “cinta dan terimakasih”,
maka hasil foto Kristal airnya sungguh dahsyat membentuk Kristal air heksagonal yang indah,
sebaliknya jika kita mengatakan pada air kalimat “kamu bodoh”, maka tidak akan membentuk Kristal, bahkan gambarnya amat jelek.
Itulah sebabnya kita mesti memperlakukan air dan segala bentuk makanan dengan sikap yang baik karena akan berdampak baik pada tubuh kita.
Percobaan terhadap air tidak hanya dilakukan dengan kata – kata namun juga melalui music.
Music klasik mampu merubah air membentuk Kristal sangat indah sedangkan music heavy metal justru membentuk air yang tidak baik.

Setelah dipikir-pikir, ternyata manfaat air sebagai penyembuhan spiritual juga sangat mengagumkan.
Dengan penelitian Dr. Masaru, sangat jelas bahwa pengobatan alternative melalui air yang telah diberi doa, ternyata bisa memberikan kesembuhan kepada penyakit yang berat sekalipun.
Jika dulu banyak orang beranggapan penyembuhan penyakit melalui air yang diberi doa adalah musyrik, tapi ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa doa yang dibacakan pada air mampu merubah air tersebut menjadi air penyembuh, situasi ini sejalan dengan esensi ilmu pengetahuan.


Doa dan kata – kata yang baik ternyata mampu merubah air atau makanan menjadi sesuatu yang baik juga bagi tubuh,
Inilah rahasianya, Mengapa kita dianjurkan oleh Agama untuk berdoa sebelum makan dan minum. Hmmmm memang benar, semua ada penjelasanya, hanya kadang kita tak pernah tahu saja…

Untuk itu kita harus lebih berhati – hati terhadap apa yang kita ucapkan pada sekitarnya, terutama air, kenapa..???
Karena tubuh kita terdiri dari 70% Air, jika kita memiliki pikiran negative, maka air dalam tubuh anda juga akan membentuk pola yang negative.
Akibatnya, air tersebut dapat menimbulkan penyakit atau masalah lainnya pada diri kita.
Tidaklah mengherankan jika stress kemudian memberikan konstribusi yang sangat besar terhadap timbulnya sebuah penyakit.

Maka, kini saatnya bagi kita semua harus memiliki pikiran yang positif, bukan hanya karena penelitian tersebut saja, disamping itu, gelombang energi positif juga mempengaruhi lingkungan sekitar sehingga berdampak positif bagi kita juga,
Dengan demikian, bahwa kesuksesan hanya akan terjadi jika kita mau berfikir positif, rejeki akan tambah lancar, keluarga lebih harmonis, hubungan sosial lebih baik dan memancarkan energi ke alam sekitar.

Membiasakan diri berfikir positif berarti sesungguhnya kita sedang menghambat energi negative yang akan menghantam, entah berupa penyakit, stress, sihir dan kawan – kawannya…
Dari penelitian yang brilian itu, tak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak berfikir positif.

Bayangkan tubuh kita terdiri dari 70% air, jika kita selalu berfikiran negative, apa yang akan terjadi pada diri kita…???
Pantas saja, orang yang rentan penyakit adalah orang yang tingkat stress nya tinggi, dan stress diakibatkan dari pikiran negative yang selalu melingkupi.
Dan bukan hanya tubuh kita saja yang terdiri dari Air, bumi yang kita tempati pun sebagian besar adalah Air.
Jadi berhati – hatilah terhadap apa yang kita ucapkan,,
Selalu berfikir postif adalah langkah terbaik menuju kesuksesan yang kita inginkan.


Semoga bisa menjadu Acuan untuk menjadi lebih baik.


By pimpim yang selalu belajar .
(diambil dari berbagai sumber )


[Baca Lebih Riinci yu] - Keajaiban Kata, Air dan Pikiran Positip

Bookmark and Share

Bagaimana Kita Memaknai Hidup...???

>> 3.2.10



Bagaimana semestinya kita memaknai Hidup…???
Untuk memulai menjawabnya, saya mengutip sebuah ungkapan Victor Hugo, yaitu, bahwa
“Kegembiraan terbesar dalam hidup adalah Keyakinan bahwa kita dicintai”.
Oleh karenanya, kita membagikan cinta bagi orang lain.

Dalam hidup ini kita tahu,tak ada yang bisa menghentikan Waktu.
Ia adalah hukum Hidup itu sendiri, yang terus maju, yang meniscayakan dinamisasi dan perubahan.
Karena itu, segala bentuk dan rupa materi dalam arus hidup yang semacam ini, sifatnya hanyalah kesementaraan.
Maka seluruh nilai yang digantungkan pada bentuk – bentuk material, seperti, kecantikan, ketampanan, kemewahan, kebaruan dan sebagainya, adalah juga bersifat sementara.
Karena itulah nilai yang semacam ini tidak bisa dijadikan suatu dasar yang kokoh untuk bisa menemukan makna hidup yang lebih utuh.

Sementara umur terus bertambah, manusia pun mengalamin babak – babak baru dalam hidupnya, lalu apa yang bisa dijadikan nilai untuk bisa memberikan arti dan makna yang sungguh – sungguh atas hidup, diluar segala kesementaraan itu..??
Jawaban sederhananya adalah, “Jadilah Manusia yang bermakna bagi orang lain.”

Ada masa dimana orang terfokus untuk melakukan sesuatu (to do), Ada saatnya seseorang memfokuskan diri untuk mengumpulkan (to have). Tapi pada akhirnya, seseorang tetap harus mengalami kegelisahan untuk mencari dan menemukan makna hidup (to be) yang sesungguhnya. Celakanya, tidak semua orang mampu melewati tiga tahapan proses itu.
Nah sekarang saya akan membahas ketiga fase atau tahapan yang saya jabarkan tadi,,siap – siap,,okey.

1. Fase Pertama, fase to do,
Biasanya terjadi ketika orang masih produktif, mereka bekerja giat dengan seribu satu alasan.
Pada umumnya mereka adalah orang – orang yang kecanduan kerja, membanting tulang, sampai mengorbankan banyak hal, walaupun sebenarnya tetap tidak menghasilkan buah yang lebih baik. Ini sangat menyedihkan.
Orang dibekap oleh Kesibukan, tapi tidak ada kemajuan.
Hal itu tergambar dalam cerita yang saya sajikan berikut ini,
"Ada orang melihat sebuah sampan ditepi danau, segera ia melompat dan mulailah mendayung. Ia terus mendayung dengan semangat. Sampan memang bergerak, tapi tidak juga menjauh dari bibir danau. Orang itu sadar, ternyata sampan masih terikat dengan tali disebuah tiang."

Pada Fase ini, kebanyakan dari kita, merasa sudah bekerja banyak,tetapi ternyata tidak produktif.
Joy Abraham, pakar motivasi bidang keuangan dan marketing pernah berujar,
“Banyak Orang mengatakan berbisnis, Tapi tidak ada hasil apapun. Itu bukanlah bisnis.”
Mari kita menengok hidup kita sendiri,
Apakah kita hanya sibuk dan bekerja giat, tapi tanpa sadar kita tidak menghasilkan apa – apa??.

2. Fase Kedua, fase to have
Pada fase ini, orang mulai menghasilkan.
Tapi, ada bahaya, orang akan terjebak dalam kesibukan mengumpulkan harta benda saja.
Orang terobsesi mengumpulkan harta sebanyak – banyaknya.
Meski hartanya segunung, tapi dia tidak mampu menikmati kehidupan, Matanya telah tertutup materi dan lupa memandangi berbagai keindahan dan kejutan dalam hidup, lebih –lebih, memberikan secuil arti bagi hidup yang sudah dijalani.
Banyak orang masuk dalam fase ini.
Dunia senantiasa mengundang kita untuk memiliki banyak hal, sentra- sentra perbelanjaan yang mengepung dari berbagai arah, telah memaksa kita untuk mengkonsumsi banyak barang, bahkan dunia menawarkan persepsi baru,
“Orang yang sukses adalah orang yang memiliki banyak hal.”
Persepsi keliru ini sering membuat orang mengorbankan banyak hal, entah itu Perkawinan, keluarga, kesehatan maupun spiritual.
Secara Psikiologis, fase ini tidaklah buruk, harga diri dan rasa kepuasan diri bisa dibangun dengan prestasi – prestasi yang dimiliki, namun, persoalan terletak pada pelekatannya.
Orang tidak lagi menjadi Pribadi yang merdeka.
Seorang sahabat yang menjadi Direktur Produksi membeberkan kejujuran dibalik kesuksesannya.
Ia meratapi relasi dengan kedua anaknya yang memburuk,
“Andai saja meja Kerja saya ini mampu bercerita tentang betapa banyak air mata yang menetes disini, mungkin meja ini bisa bercerita tentang kesepian bathin saya, “ujarnya.
Fase ini menjadi pembuktian jati diri kita. Anda perlu melewatinya. Tapi, ini seperti minum air Laut. Semakin banyak minum, semakin kita haus, akhirnya kita terobsesi untuk minum lebih banyak lagi.

3. Fase Ketiga, fase to be.
Pada fase yang terakhir ini, orang tidak hanya bekerja dan mengumpulkan tapi juga mulai gelisah mempertanyakan makna. Ditahap ini mereka mulai gelisah dan mempersoalkan apa sesungguhnya yang telah didapatkan dari semua hal yang telah dicapainya.
Orang terus mengasah kesadaran diri untuk menjadi pribadi yang semakin baik.
Seorang Dokter berkisah, ia terobsesi menjadi kaya karena di masa kecilnya dulu keluarganya cukup miskin, saat umur menyusuri senja, ia sudah memiliki semuanya, ia ingin mensyukuri dan memaknai semua itu dengan membuka banyak klinik dan posyandu di desa – desa miskin, ia memaknai hidupnya dengan menjadi bermakna bagi orang lain. Ia mengakui sangat menikmati pilihannya itu.
Fase ini merupakan fase kita menjadi pribadi yang lebih bermakna, kita menjadi pribadi yang berharga bukan karena harta yang kita miliki, melainkan apa yang bisa kita berikan bagi orang lain.
Hidup ini seperti Nasi, Nasi akan berharga jika bisa kita bagikan bagi banyak orang yang membutuhkan.
John Maxwell dalam bukunya “Success to Significant” mengatakan
“Pertanyaan terpenting yang harus diajukan, Bukanlah Apa yang Kuperoleh, tapi Menjadi apakah aku ini..??
Nah, kita pasti tahu Mahatma Gandhi, beliau menjadi contoh konkret pribadi macam ini, sebenarnya ia menjadi seorang pengacara sukses, tapi ia memilih memperjuangkan kehendak seturut nuraninya, ia menjadi pejuang kemanusiaan bagi kaum papa di India.

Namun semua ini tergantung dari kemauan dan keyakinan pribadi masing – masing,
Dan menurut kalian, difase manakah kalian berada sekarang..??
Marilah Terobsesi bukan dengan bekerja atau memiliki, tetapi menjadi pribadi yang lebih matang dan lebih Bermakna.

Untuk hidup “Sukses”. Kita hanya membutuhkan usaha dan sedikit Keberuntungan.
Sementara untuk menggapai Arti hidup yang benar – benar utuh.
Kita memerlukan Karakter dan cara pandang mendasar yang benar atas hidup dan Kehidupan.

Semoga menenangkan dan membantu untuk menjadi pribadi yang kalian inginkan.



By pimpim yg tak selalu bisa.

[Baca Lebih Riinci yu] - Bagaimana Kita Memaknai Hidup...???

Bookmark and Share

Kita tak punyai apa - apa (puisi)

>> 31.1.10

Kita tak punyai apa - apa
kecuali Dosa yang menumpuk
Seakan materi terus memupuk
Untuk Jadikan kita orang yang terpuruk

Seberapa besar Kemauan kita akan
hidup
Seberapa Kuat kemampuan kita bertahan hidup
Atau kita memang orang yang gemar Menumbuk
Lubang yang penuh berisikan Pupuk

Kita tak punyai apa - apa
Kecuali Tuhan yang Maha Segalanya
Takdir, Nasib sampai Kematian
Dia yang tentukan segalanya

Kita Tak punyai Apa - apa
Mengapa kita berjuang untuk Hidup
hanya untuk menjadi Budak Takdir

jangan Pernah Tanyakan,
Mengapa Kita Hidup...


Nb ; Aku Sayang engkau Tuhan.


by pimpim yang tak ingin mengeluh

[Baca Lebih Riinci yu] - Kita tak punyai apa - apa (puisi)

Bookmark and Share

Cara Mensyukuri Nikmat yang kita Peroleh

>> 28.1.10


Demikian luas dan kompleksnya dimensi kata – kata, sehingga kompleksitas persoalan yang dihadapi manusia selalu bisa dirumuskan didalam kata-kata, bahkan dilihat pemecahannya dari susunan ucapan.

Cobalah dan terapkan beberapa hal yg biasa berikut ini dimanapun dan dalam kondisi apapun kita berada, saya yakin kata – kata mengeluh tak akan melingkupi ruang gerak kita, dan menjadikan pribadi yang penuh dengan kekuatan akan kebahagiaan.

1. Hari ini sebelum kita mengatakan kata – kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.
2. Sebelum kita mengeluh tentang rasa dari makanan yang kita makan, pikirkan tentang seseorang yang tidak punyai apapun untuk dimakan.
3. Sebelum kita mengeluh tidak punyai apa – apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta – minta di jalanan.
4. Sebelum kita mengeluh bahwa hidup kita buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.
5. Sebelum kita mengeluh tentang suami, istri, ataupun pacar kita, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.
6. Sebelum kita mengeluh tentang anak – anak (jika sudah punyai keturunan) kita, pikirkan tentang seseorang yg sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.
7. Sebelum kita mengeluh tentang rumah yang kotor, entah karena pembantu yg tidak mengerjakan tugasnya dengan baik, atau alasan apapun, pikirkan tentang orang – orang yang tidak punya rumah dan terpaksa tinggal dijalanan.
8. Sebelum kita mengeluh tentang jauhnya kita telah mengendarai kendaraan, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan kaki karena keterbatasan.
9. Disaat kita lelah dan mengeluh tentang pekerjaan dan aktifitas kita (kuliah dsb.), pikirkan tentang pengangguran dan orang2 yg tak sempat punyai aktifitas karena keterbatasannya.
10. Hari ini, sebelum kita mengeluh tentang hidup kita, pikirkan tentang seseorang yang meninggal dunia terlalu cepat dan tak sempat menikmati apa yg sedang kita nikmati.
11. Dan sebelum kita menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.


Beberapa ungkapan diatas tidak hanya menjadi suatu rumusan masalah, tetapi juga mampu menjadi suatu rangkuman kebijaksanaan yang tentu dapat dipahami dan diterima oleh banyak orang.
Begitu lekatnya kata-kata dengan kesadaran dan penghayatan manusia, sehingga banyak hal dari aspek kehidupan manusia mampu dibaca dan dipelajari dari kata-kata.
Bahkan hampir seluruh ajaran agama selalu dirangkumkan didalam suatu rumusan kata-kata.

Sekali lagi, Cobalah dan terapkan pada kehidupan sehari – hari kita, jadikan pribadi kita sebagai pribadi yang bahagia dan membahagiakan, tanpa adanya rasa keluh kesah dalam hal apapun.
Contoh diatas hanya beberapa contoh sehari – hari, dan masih banyak hal lain yg semestinya kita pikirkan dan jalankan dengan pikiran positip.

Selamat Datang didunia penuh kebahagiaan.


By pimpim yg tak pernah sempurna,
(disadur dari buku “Rahasia dibalik Kata”)


[Baca Lebih Riinci yu] - Cara Mensyukuri Nikmat yang kita Peroleh

Bookmark and Share

  © Template modif n' update by Sweet Orange Bergemacopyright 2009

Mbalik maning meng NDUWUR  

pim @